What Brand Should do with Social Media?

Media sosial pada saat ini kian diminati oleh para brand mengikuti perubahan perilaku konsumen yang semakin digital savvy. Terutama di masa pandemi yang akhirnya membatasi konsumen untuk berpergian keluar rumah.

What Brand Should do with Social Media?

Bermula dari model bisnis freemium, media sosial kian berkembang dari tahun ke tahun. Ternyata, model bisnis ini unik dan menjanjikan, karena setiap orang pasti menyukai apa saja yang gratis. Begitu pula dengan media sosial yang akhirnya memiliki banyak pengguna. Menurut laporan dari Hootsuite, pada tahun 2020 pengguna media sosial di Indonesia mencapai 160 juta pengguna. Jumlah ini mengalami kenaikan dari tahun 2019 yaitu 150 juta pengguna. Meskipun nama nya adalah “media sosial” channel ini tidak lagi hanya diperuntukan untuk menjalin sosialisasi secara digital dengan teman atau keluarga. Media sosial telah membuka mata pemasar untuk dapat memanfaatkan media sosial sebagai peluang untuk lebih dekat dengan konsumen.

Pengguna yang terus meningkat setiap tahunnya akhirnya membuat perusahaan media sosial mengembangkan model bisnisnya lebih baik lagi. Contohnya, Instagram yang akhirnya memiliki fitur shop untuk mempermudah konsumen mengakses ke website suatu Brand. Begitu pula dengan twitter yang memiliki fitur ads untuk memperluas jangkauan pasar suatu Brand. Dengan berbagai fitur yang dimiliki, sudah seharusnya pemasar dapat mengoptimalisasi media sosial untuk dapat menghasilkan penjualan hanya melalui media sosial. Tak hanya penjualan, media sosial pun dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan engagement dengan konsumen seperti twitter. Coba perhatikan akun media sosial suatu brand, Anda dapat melihat pertanyaan, komplain, diskusi, juga informasi produk/layanan. Hal ini juga merupakan bentuk dari optimalisasi media sosial.

Burger King menyesuaikan cara ia menyampaikan konten dengan target pasar. Ia menggunakan Bahasa yang santai terkadang juga memberikan informasi dengan pendekatan yang menghibur. Cara Burger King membuat konten ini adalah untuk menjadikan konten tersebut shareable. Sehingga, jangkauan dari konten tersebut dapat lebih luas tanpa harus menggunakan iklan. Berbeda dengan IndiHome, yang memanfaatkan Twitter untuk melayani pertanyaan dan keluhan pelanggan. Tujuan dari penggunaan Twitter oleh IndiHome adalah untuk memastikan kepuasan pelanggan dan mencegah advokasi buruk. Sehingga, dengan adanya IndiHomeCare ia dapat menyelesaikan keluhan pelanggan dengan cepat dan tepat.

Media sosial memang gratis untuk digunakan dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan. Namun, seringkali ditemukan brand yang belum mampu mengelola media sosial. Akhirnya, banyak ditemukan brand yang menjadikan media sosial sebagai portofolio produk. Padahal, manfaat media sosial lebih dari itu. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengelola media sosial:

  1. Menentukan Tujuan
    Setiap media sosial memiliki kekurangan dan kelebihan yang berbeda-beda. Anda dapat menggunakan media sosial sesuai dengan tujuan Anda (membangun awareness, penjualan, dsb).
  1. Target Audiens
    Tidak semua media sosial cocok untuk digunakan pada brand Anda. Sebelum Anda memilih media sosial yang akan digunakan, cobalah untuk mencari tahu mengenai profil target pasar Anda dan media sosial  yang ia gunakan.
  1. Menyesuaikan Konten
    Gunakan penjadwalan untuk posting konten pada media sosial dan sesuaikan konten dengan tujuan yang telah Anda buat sebelumnya. Jika tujuan Anda untuk penjualan, maka berikanla konten yang memiliki akses mudah untuk melakukan penjualan.
  1. Integrasikan Media Sosial
    Lakukan integrasi media sosial dengan channel digital Anda lainnya seperti website, e-commerce, aplikasi pesan (whatsapp/line).
  1. Evaluasi Campaign Media Sosial
    Lakukan evaluasi untuk setiap campaign media sosial yang telah Anda jalankan. Setelah itu, Anda dapat merencanakan kembali campaign selanjutnya beserta perbaikannya.

Media sosial pada saat ini kian diminati oleh para brand mengikuti perubahan perilaku konsumen yang semakin digital savvy. Terutama di masa pandemi yang akhirnya membatasi konsumen untuk berpergian keluar rumah. Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda memahami langkah-langkah untuk optimalisasi media sosial?