Teknik Menyelesaikan Masalah yang Kompleks dengan Berpikir Analitis

Kemampuan berpikir yang baik dapat menentukan ketepatan seseorang dalam menyelesaikan masalah atau mengambil keputusan. Kita mungkin merasa bahwa kita sudah mencoba untuk menyelesaikan masalah dengan tepat, tetapi sering kali kita malah dihadapkan dengan permasalahan berikutnya yang berkelanjutan. Hal ini dapat terjadi karena mungkin permasalahan sebelumnya belum tuntas diselesaikan dan tidak kita sadari. Salah satu cara mengatasinya adalah melalui cara berpikir analitis atau analytical thinking.

Teknik Menyelesaikan Masalah yang Kompleks dengan Berpikir Analitis

Berpikir Analitis adalah kemampuan seseorang untuk dapat melakukan strukturisasi informasi sehingga informasi yang kompleks menjadi lebih mudah dipahami. Kemampuan berpikir analitis akan memudahkan kita dalam menentukan solusi yang tepat karena sebelumnya kita telah melakukan beberapa langkah untuk menganalisis permasalahan. Menurut Maretha Prinsloo & Riana Prinsloo, terdapat enam langkah yang dapat kita gunakan untuk berpikir analitis. Berikut merupakan model Prinsloo mengenai berpikir analitis:

Di mulai melalui tahap dasar yaitu memory, dimana Anda akan diajak untuk mengingat kembali sejauh mana Anda pengetahuan Anda mengenai suatu informasi sampai tahap yang paling tinggi yaitu metacognition, dimana proses berpikir Anda dipantau, dievaluasi, dan diperbaiki jika perlu. Dengan melakukan ke enam langkah ini, Anda akan menjadi lebih terstruktur dalam memilah informasi yang kompleks dan Anda dapat menganalisis permasalahan dengan fakta dan tidak bias, sehingga hasil yang didapatkan dari suatu solusi menjadi lebih tepat.

Setelah melakukan ke enam langkah tadi, apakah proses berpikir dapat dikatakan selesai? Jawabannya tergantung dengan bagaimana hasil dari solusi Anda. Tidak menutup kemungkinan Anda perlu mengulang kembali proses yang telah Anda jalani sebelumnya.  Mungkin saja masih terdapat Gap pada informasi yang telah Anda kumpulkan yang dapat mempengaruhi solusi yang telah Anda buat. Mungkin saja tanpa kita sadari, kita sudah pernah melakukan beberapa tahap dari berpikir analitis dan mungkin saja ada beberapa bagian yang terlewat. Bagaimana menurut Anda? Apakah sebelumnya Anda sudah menerapkan cara berpikir analitis?